PROSES BIDANG BISNIS PEMASARAN DI BERBAGAI INDUSTRI

A. Konsep Dasar Pemasaran

1. Definisi Pemasaran

Menurut para ahli pemasaran seperti William J. Staton, pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan perdagangan yang saling memengaruhi, yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk-produk guna memuaskan kebutuhan pemebli potensial. Kemudian menurut D. W. Foster pemasaran merupakan suatu proses yang sistematis dan berurutan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan usaha. Sedangkan menurut Kolter dan Amstrong (2018) menjelaskan secara luas bahwa pemasaran adalah proses sosial dan manajerial di mana pribadi atau organiasasi memperoleh hal-hal yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran nilai. Dalam konteks bisnis yang lebih sempit, pemasaran mencakup penciptaan hubungan pertukaran muatan nilai dengan pelanggan yang menguntungkan.

Dari definisi menurut para ahli di atas, dapat dikatakan bahwa kegiatan pemasaran mencakup pemahaman perusahaan terhadap keinginan pelanggan, penciptaan produk yang bernilai guna untuk memenuhi keinginan pelanggan secara maksimal, serta perolehan keuntungan, kepuasan, dan kepercayaan pelanggan.

Pemasaran tidak bisa disamakan dengan penjualan. Fokus utama pemasaran adalah mencari tahu kebutuhan pelanggan, serta mempromosikan produk kepada konsumen. Sedangkan penjualan fokus utamanya adalah menjual produk atau jasa yang sudah ada. Dengan kata lain, penjualan sepenuhnya berorientasi pada produk, yaitu bagaimana produk tersebut terjual secara maksimal, sedangkan pemasaran berorientasi pada pelanggan, yaitu bagaimana pelanggan tertarik brand perusahaan serta mempertahankannya agar tetap loyal dalam jangka panjang. Maka, penjualan akan hanya dimulai ketika perusahaan sudah memiliki produk, sedangkan pemasaran sudah dimulai bahkan sebelum produk itu ada.

 

2. Tujuan Pemasaran

Tujuan pemasaran mencakup berbagai aspek yang penting untuk keberhasilan bisnis.

a. Memperkenalkan produk

Tujuan ini berfokus pada membuat produk atau layanan dikenal oleh calon pelanggan. Ini melibatkan kegiatan seperti promosi, iklan, dan kampanye pemasaran yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan minat terhadap produk baru atau yang sudah ada di pasar.

b. Mengetahui kepuasan pelanggan

Ini bertujuan untuk memahami sejauh mana pelanggan puas dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Kepuasan pelanggan dapat diukur melalui survei, umpan balik, dan interaksi langsung dengan pelanggan. Informasi ini sangat penting untuk meningkatkan produk, layanan, dan pengalaman pelanggan secara keseluruhan.

c. Menganalisis pasar sasaran

Tujuan ini melibatkan identifikasi dan pemahaman segmen pasar yang paling potensial untuk produk atau layanan tertentu. Analisis pasar sasaran meliputi studi tentang demografi, perilaku, kebutuhan, dan preferensi konsumen yang memungkinkan perusahaan untuk mengarahkan upaya pemasarannya secara lebih efektif.

d. Memenuhi target bisnis perusahaan

Tujuan ini adalah memastikan bahwa upaya pemasaran yang dilakukan selaras dengan tujuan dan sasaran bisnis perusahaan secara keseluruhan. Ini bisa mencakup peningkatan penjualan, memperluas pangsa pasar, mencapai tingkat pertumbuhan tertentu, atau mencapai laba yang diinginkan. Memenuhi target bisnis perusahaan memerlukan strategi pemasaran yang terencana dan eksekusi yang efektif.

 

Keempat tujuan ini saling terkait dan saling mendukung untuk memastikan bahwa upaya pemasaran yang dilakukan tidak hanya memperkenalkan produk tetapi juga mempertahankan dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan, memahami pasar, dan memenuhi sasaran bisnis yang telah ditetapkan.

 

3. Fungsi Pemasaran

Fungsi pemasaran melibatkan berbagai kegiatan yang memastikan bahwa produk atau layanan sampai ke tangan konsumen dengan cara yang paling efisien dan efektif.

a. Fungsi pertukaran

Fungsi ini mencakup aktivitas yang berkaitan dengan penjualan dan pembelian. Dalam konteks pemasaran, pertukaran terjadi ketika perusahaan menawarkan produk atau layanan kepada konsumen dan konsumen memberikan sesuatu yang bernilai sebagai imbalan (biasanya uang). Fungsi pertukaran melibatkan negosiasi, penawaran, dan penerimaan serta memfasilitasi transaksi antara penjual dan pembeli.

b. Fungsi penyimpanan dan distribusi

Fungsi ini berkaitan dengan bagaimana produk disimpan dan didistribusikan hingga sampai ke konsumen akhir. Penyimpanan memastikan bahwa produk tersedia saat dibutuhkan, sedangkan distribusi melibatkan pergerakan produk dari produsen ke konsumen. Distribusi bisa melalui berbagai saluran seperti grosir, pengecer, atau langsung ke konsumen. Fungsi ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan produk di pasar dan pemenuhan permintaan konsumen secara tepat waktu.

c. Fungsi perantara

Fungsi ini melibatkan berbagai aktivitas yang membantu menghubungkan produsen dengan konsumen. Perantara seperti grosir, pengecer, agen, dan broker memainkan peran penting dalam memastikan bahwa produk dapat diakses oleh konsumen. Mereka membantu dalam kegiatan pemasaran seperti promosi, penjualan, dan layanan pelanggan. Perantara juga dapat menambah nilai dengan menawarkan layanan tambahan seperti kredit, penyimpanan, dan informasi pasar.

Ketiga fungsi ini saling terkait dan bekerja sama untuk memastikan bahwa produk atau layanan dapat mencapai konsumen dengan cara yang efisien dan efektif, sekaligus memberikan nilai tambah dalam proses pemasaran.

 

B. Konsep Dasar Bisnis

1. Definisi Bisnis 

Definisi bisnis adalah kegiatan atau usaha yang terorganisir untuk menghasilkan keuntungan melalui produksi, penjualan, atau distribusi barang dan jasa kepada konsumen. Bisnis mencakup segala aktivitas yang dilakukan individu atau organisasi untuk menyediakan barang atau layanan yang dibutuhkan atau diinginkan oleh masyarakat, dengan tujuan utama untuk memperoleh keuntungan finansial.

 

2. Kegiatan Badan Usaha dalam Bisnis

a. Bidang industri

Kegiatan di bidang ini melibatkan produksi dan pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi. Contohnya termasuk pabrik manufaktur, pengolahan makanan, pembuatan tekstil, dan produksi barang elektronik. Industri memainkan peran penting dalam perekonomian dengan menciptakan produk yang dapat dijual ke konsumen dan bisnis lainnya.

b. Bidang perdagangan

Bidang perdagangan meliputi aktivitas pembelian dan penjualan barang dan jasa. Perusahaan di sektor ini bertindak sebagai perantara antara produsen dan konsumen akhir. Contoh dari kegiatan perdagangan termasuk ritel (seperti toko dan supermarket), grosir, dan perdagangan internasional

c. Bidang jasa

Badan usaha yang bergerak di bidang jasa menyediakan layanan daripada produk fisik. Contoh bisnis di bidang jasa termasuk perbankan, asuransi, konsultasi, Guruan, pariwisata, dan layanan kesehatan. Bidang ini sangat penting karena mendukung fungsi ekonomi lainnya dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

d. Bidang agraris

Kegiatan agraris berfokus pada pertanian dan peternakan. Ini mencakup usaha seperti pertanian tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Bidang ini merupakan sumber utama bahan makanan dan bahan baku untuk industri lainnya.

e. Bidang ekstraktif

Bidang ekstraktif melibatkan pengambilan sumber daya alam dari bumi. Contoh dari kegiatan ekstraktif termasuk pertambangan (seperti batubara, emas, dan bijih besi), pengeboran minyak dan gas, serta penambangan batu dan mineral lainnya. Industri ini sangat penting untuk menyediakan bahan baku bagi sektor industri dan energi.

 

3. Jenis Badan Usaha dalam Bisnis

a. Badan usaha tidak berbadan hukum

1. Perusahan perseorangan

Badan usaha yang dimiliki dan dijalankan oleh satu orang. Pemilik bertanggung jawab penuh atas segala risiko dan kewajiban yang timbul dari operasional bisnis. Keuntungan dan kerugian sepenuhnya menjadi hak dan tanggung jawab pemilik.

2. Persekutuan firma

Bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang sepakat untuk menjalankan usaha bersama dengan nama bersama. Setiap anggota firma bertanggung jawab secara penuh dan pribadi atas seluruh kewajiban perusahaan.

3. Persekutuan komanditer

Bentuk persekutuan yang terdiri dari sekutu aktif dan sekutu pasif. Sekutu aktif bertanggung jawab penuh atas operasional perusahaan dan kewajiban yang timbul, sedangkan sekutu pasif (komanditer) hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disertakan.

b. Badan usaha berbadan hukum

1. Perseroan terbatas (PT)

Badan usaha yang berbadan hukum dengan modal terbagi atas saham-saham. Pemilik saham bertanggung jawab sebatas nilai saham yang dimiliki. PT memiliki status hukum tersendiri yang terpisah dari pemiliknya.

2. Koperasi

Badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang berlandaskan prinsip koperasi. Tujuan utama koperasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Keuntungan yang diperoleh dibagi berdasarkan kontribusi anggota.

3. Gabungan badan usaha

Merupakan bentuk kerja sama antara beberapa badan usaha yang memiliki tujuan bersama. Contoh dari gabungan badan usaha adalah konsorsium dan kartel. Gabungan ini biasanya dibuat untuk mengoptimalkan sumber daya dan kekuatan pasar.

4. Agen dan distributor

Badan usaha yang bertindak sebagai perantara dalam distribusi produk dari produsen ke konsumen. Agen biasanya bekerja berdasarkan komisi dan tidak memiliki barang yang dijual, sedangkan distributor membeli produk dari produsen dan menjualnya kembali ke pengecer atau konsumen akhir.

5. Waralaba (franchise)

Bentuk kerja sama antara pemilik merek dagang (franchisor) dengan pihak lain (franchisee) yang diberikan hak untuk menjalankan bisnis dengan merek dan sistem operasional yang sama. Franchisee membayar biaya tertentu dan mendapatkan dukungan dari franchisor.

 

4. Etika Bisnis

a. Definisi etika bisnis

Etika bisnis mengacu pada prinsip-prinsip moral dan nilai-nilai yang mengatur perilaku individu dan kelompok dalam konteks dunia bisnis. Ini mencakup standar perilaku yang diharapkan dalam berbagai situasi bisnis, termasuk hubungan dengan karyawan, pelanggan, pesaing, pemerintah, dan masyarakat umum. Tujuan utama dari etika bisnis adalah untuk mempromosikan perilaku yang adil, jujur, transparan, dan bertanggung jawab dalam semua aspek operasi bisnis.

b. Implementasi nilai Pancasila dalam dunia bisnis

Pancasila merupakan dasar falsafah negara Indonesia yang terdiri dari lima nilai dasar, yaitu:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa: Dalam konteks bisnis, implementasi nilai ini mengarah pada penghormatan terhadap keragaman keyakinan dan prinsip keadilan dalam perlakuan terhadap semua pihak yang terlibat dalam bisnis, tanpa membedakan agama atau kepercayaan.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Nilai ini mendorong perlakuan yang adil dan menghormati martabat setiap individu dalam konteks bisnis. Hal ini mencakup tidak melakukan diskriminasi, memperlakukan karyawan dengan hormat, dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat luas.

3. Persatuan Indonesia: Nilai ini mengajarkan pentingnya kerjasama dan solidaritas dalam berbisnis, baik dalam lingkup internal perusahaan maupun dalam hubungan dengan pihak eksternal seperti mitra bisnis dan komunitas lokal.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Dalam bisnis, nilai ini diterjemahkan sebagai praktik manajemen yang transparan, keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan, dan konsultasi dengan pihak terkait dalam rangka mencapai keputusan yang bijaksana dan dapat diterima secara luas.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Nilai ini menekankan pentingnya distribusi kekayaan dan kesempatan secara adil. Dalam konteks bisnis, implementasinya dapat terlihat dalam kebijakan perusahaan terkait gaji yang adil, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta kontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.

Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam dunia bisnis merupakan landasan untuk membangun budaya korporat yang berintegritas tinggi, bertanggung jawab, dan berkontribusi positif terhadap pembangunan bangsa dan negara secara keseluruhan.

 

C. Proses Bisnis dalam Bidang Pemasaran

1. Definisi Proses Bisnis

Proses bisnis adalah serangkaian aktivitas yang terstruktur dan terkoordinasi yang bertujuan untuk menghasilkan produk atau layanan yang bernilai bagi pelanggan. Proses ini melibatkan langkah-langkah yang berurutan, input, output, serta penggunaan sumber daya (seperti tenaga kerja, material, dan teknologi) untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Proses bisnis biasanya memiliki awal, akhir, serta serangkaian tahapan atau langkah yang terdefinisi dengan jelas.

2. Klasifikasi Proses Bisnis

a. Proses utama

Proses utama (core processes) merupakan serangkaian aktivitas yang secara langsung mendukung tujuan inti atau strategis perusahaan dalam menciptakan produk atau layanan yang disediakan kepada pelanggan. Proses utama ini sering kali terkait dengan aktivitas yang menghasilkan nilai tambah langsung dalam operasi perusahaan. Contoh proses utama meliputi proses produksi, pelayanan pelanggan, dan pengembangan produk

b. Proses pendukung

Proses pendukung (supporting processes) adalah aktivitas-aktivitas yang mendukung proses utama dalam mencapai tujuan bisnis secara efisien. Meskipun tidak langsung terlibat dalam menciptakan produk atau layanan akhir, proses ini penting untuk kelangsungan operasional dan efisiensi perusahaan. Contoh proses pendukung termasuk manajemen sumber daya manusia (SDM), administrasi keuangan, pemeliharaan infrastruktur, dan pengelolaan teknologi informasi (TI).

 

1. Tahapan Proses Bisnis

a. Menganalisis keiatan bisnis

Tahap pertama dalam proses bisnis adalah menganalisis kegiatan bisnis. Ini melibatkan pengumpulan informasi dan pemahaman yang mendalam tentang berbagai kegiatan yang dilakukan dalam operasi perusahaan. Tujuan analisis ini adalah untuk mengidentifikasi proses-proses utama, kelemahan, potensi perbaikan, dan kesempatan untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas produk atau layanan yang dihasilkan.

b. Menentukan proses bisnis

Setelah melakukan analisis kegiatan bisnis, langkah selanjutnya adalah menentukan proses bisnis yang akan dijalankan. Proses bisnis yang dipilih harus sesuai dengan tujuan strategis perusahaan dan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan. Penentuan proses bisnis ini juga melibatkan pengidentifikasian langkah-langkah yang diperlukan, sumber daya yang dibutuhkan, serta kriteria keberhasilan yang jelas.

c. Melaksanakan proses bisnis

Tahap selanjutnya adalah melaksanakan proses bisnis yang telah ditentukan. Ini melibatkan implementasi rencana kerja yang telah disusun, pengaturan sumber daya yang dibutuhkan, dan pengawasan terhadap jalannya proses. Pelaksanaan proses bisnis ini penting dilakukan dengan cermat dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk mencapai hasil yang diharapkan.

d. Mengevaluasi proses bisnis

Tahap terakhir dalam siklus proses bisnis adalah mengevaluasi proses bisnis yang telah dilaksanakan. Evaluasi dilakukan untuk menilai kinerja proses terhadap tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil evaluasi digunakan untuk mengidentifikasi keberhasilan, menentukan area-area yang perlu ditingkatkan, serta mengidentifikasi peluang untuk inovasi dan pengembangan lebih lanjut.

 

Komentar

Postingan Populer