SYARAT DAN CARA PENATAAN PRODUK
1. Syarat
penataan produk (display)
a. Display
harus mampu membuat barang-barang yang dipajang menjadi mudah dilihat, mudah
dicari, dan mudah dijangkau. Ketiga hal tersebut merupakan syarat mutlah yang
harus mampu diwujudkan dalam aktivitas display. Jika tidak, display yang
menarik dan seatraktif apa pun akan menjadi sia-sia.
b. Display
harus memerhatikan aspek keamanan, baik keamanana bagi pengelola toko dari
potensi potensi kehilangan maupun keamanana bagi pengunjung (konsumen) yang
berada dalam toko. Nberkaitan dengan aspek keamanana ini, para peritel biasanya
tidak akan menempatkan barang-barang yang mudah pecah di sembarang rak.
Barang-barang yang mahal terutama yang fisik ukurannya kecil dipajang di
etalase. Barang-barang kemasan kaleng yang cukup berat juga biasanya
ditempatkna pada shelve paling bawah untuk menghindari resiko timbulnya cedera
bagi pengunjung (terutama anak-anak) jika barang tersebut jatuh.
c. Display
yang dilakukan oleh peritel harus informatif dan komunikatif. Para peritel
dapat memanfaatkan alat-alat bantu, seperti shelf talker, standing poster,
signage, dan jenis-jenis point of purchase material yang lain.
2. Cara
penataan produk agar terlihat menarik
a. Mengisi
bagian depan terlebih dahulu.
Menata produk pada bnagian depan yang terliaht oleh pelanggan bertujuan
untuk memberikan kesan penuh agar lebih menarik perhatian pelanggan. Dalam
menata produk juga harus memerhatikan keamanan produk agar tidak menjadi
sasaran pencurian orang yang berlalu Lalang di depan toko.
b. Memerhatikan
warna produk
Produk yang memiliki warna cerah dapat ditempatkan di bagian yang paling
mudah dilihat oleh pelanggan. Setelah itu, memadukan warna cerah tersebut
dengan meletekkannya di dekat warna cerah yang lain. Perpaduan warna cerah
dapat lebih cepat menangkap perhatian pengunjung.
c. Meletakkan
produk yang memiliki desain menarik di bagian depan
Desain produk yang menarik akan lebih menarik perhatian pelanggan. Produk
yang memiliki merek terkenal tetapi memiliki desain yang kurang menarik dapat
diletakkan di bagian samping produk yang memiliki desain menarik. Hal ini
bertujuan agar pelanggan tertarik terhadap dua barang sekaligus.
d. Menempatkan
produk yang laris di bagian bawah
Penem[atan produk yang laris di bagian bawah tidak akan mengurangi niat
pelanggan untuk membeli produk tersebut karena produk laris termasuk produk
yang dicari dan dibutuhkan pelanggan. Produk yang kurang laris dan kurang
terkenal dapat diletakkan di bagian yang sejajar dengan mata agar pembeli dapat
dengan mudah menemukan produk tersebut. Umumnya, penempatan produk di bagian
rak yang sejajar mata memiliki harga sewa rak yang relatif tinggi.
e. Menempatkan
produk dengan kemasan besar di bagian kanan
Menempatkan produk dengan kemasan besar di sebelah kanan dapat
meningkatkan probabilitas terpilihnya produkj dengan kemasan besar. Mirsalnya
produk susu dengan kemasan 1.000 gram di bagian paling kanan, kemudian diikuti
dengan produk susu dengan merek yang sama kemasan 800 gram, dan seterusnya.
f.
Mengelompokkan produk
Produk dengan kategori yang sama diletakkan pada satu tempat yang berdekatan.
Produk pelengkap juga dapat ditempatkan berdekatan dengan produk yang memiliki
kategori yang sama, kemudian produk pelengkap berupa saos dan sambel dapat
diletakkan berdekatan dengan mie instan.
g. Menempatkan
produk impulsif di kasir
Biasanya ketika sedan antri di kasir, pembeli sering mengambil barang di
sekitar kasir sambil menunggu antrian sehingga dapat menambah barang belanjaan
pembeli. Produk yang ssering ditempatkan di sekitar kasir adalah produk yang
memiliki harga murah, seperti permen, rokok, cokelat, dan aksesoris murah
lainnya

Komentar
Posting Komentar