STOCK OPNAME
STOCK OPNAME
Stok opname adalah penghitungan
fisik barang secara langsung untuk mengetahui kebenaran catatan pembukuan.
Untuk mengetahui barang sebenarnya jumlah inventari yang ada, setiap 1 bulan
sekali harus diadakan stock opname inventari di sebuah perusahaan atau toko.
Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan inventaris yang menghambat
operasional perusahaan atau toko.
1. Tujuan
stock opname
Sebuah
toko atau perusahaan melakukan stock opname dengan tujuan, sebagai berikut.
a. Untuk
mengetahui bahwa stok yang tercatat di computer adalah sama dengan stok nyata
b. Untuk
mengetahui jumlah persediaan stok baran gdi toko dengan cepat, karena data stok
yang disajikan program sudah valid.
c. Untuk
merekap data barang-barang yang hilang, sehingga kita bias dengan mudah
mengantisipasi agar tidak terultang.
Dengan melakukan kegiatan stock
opname, maka akan diperoleh manfaat :
a. Bisa
membandingkan nilai persediaan thaun ini dengan tahun sebelumnya apakah naik
ataukah turun, sehingga kita bias mengetahui perkembangan usaha. Cara ini
termasuk cara menilai perkembangan usaha secara sederhana karena hanya menilai
dari perkembangan asset tanpa peduli besarnya utang yang timbul dari
perkembangan aset tersebut.
b. Bias
mengetahui jumlah persediaan sehingga bias menjadi bahan pertimbangan semisal
jika kita ingin mengajukan pinjaman ke bank.
c. Bias
digunakan untuk HPP ( harga pokok penjualan ) pada pembuatan laporan keuangan
secara fisikal
d. Bisa
di jadikan sebagai alat untuk mencocokkan data dan menghitung apakah ada barang
yang hilang.
2. Waktu
pelaksanaan stock opname
Menjalankan
stock opname juga harus ditentukan waktunya. Berikut yang bias dijadikan acuan
dalam menentukan waktu stock opname.
a. Secara
berkala tahunan ( akhir tahun )
Biasanya stock opname
dilakukan di akhir tahun karean berhubungan dengan pembuatan laporan keungan di
tahun yang baru.
b. Secara
berkala bulanan, triwulan atau satu semester ( setengah tahun )
Hal ini ditentukan
tingkat urgenitas (kepentingan) dan kemampuan dalam melakukan stock opname.
Semakin banyak barang, seharusnya jarak waktu stock opname juga harus semakin
lama. Agra pekerjaan kita sehari-hari tidak habis hanya untuk melakukan stock
opname.
c. Stock
opname juga bias dilakukan di sela-sela hari kerja
Akan tetapi yang di-stock
(dihitung) hanya sebagian barang saja. Hal ini hanya bisa dilakukan jika anda
sudah punya sistem computer yang baku.
d. Jangan
melakukan stock opname di waktu peak season (waktu laris), karean selain susah
(kalua toko tidak tutup), juga akan disayangkan kalua toko harus tutup, karena
kemungkinan kita bisa mengalami kerugian yang cukup banyak.
3. Cara
melakuakn stock opname
Saat anda melakuakn stock opname,
maka kegiatan ini akan memakan waktu anda untuk beberapa saat, bisa satu hari,
tiga hari atau bahkan satu minggu., proses ini biasanya (dan seharusnya),
dilakukan salam keadaan toko anda tuutp atau tidak sedang melakukan penjualan
dan pembelian. Kenapa ahrus begitu? Karean tidak mungkin anda menghitung sebuah
barang, dan belum sempat dibukukan (dicatat) ternyata barang tersebut sudah
laku (atau berkurang). Sehingga anda harus mengulangi perhitungan lagi.
Artingnya semakin lama toko anda tutup atau anda tidak melakukan kegiatan
perdagangan anda, maka kemungkinan susutnya pendapatan anda akan semakin besar.
Sebaiknya stock opname tidak
dilakukan di saat hari-hari peak season (laris) atau saat turn over barang anda
di Gudang tinggi. Untuk mengurangi kerugian yang disebabkan tutupnya usaha
dikarenakan lamanya melakukan stock opname, beberapa pengusaha melakukan
pencatatan stock opname secara elektronik. Hal ini akan menghemat banyak waktu
sekaligus meningkatkan keakuratan perhitung dibandingkan dengan cara manual
yang seperti biasanya.
Dengan menggunakan alat semacam
stock scanner, maka petugas stock take tinggal men-scan barcode barang (atau
kalau tidak ada, memasukkan kode barang melalui keypad-nya) dan kemudian
memasukkan jumlah yang dihitung.
Kelebihan
menggunakan alat ini, antara lain:
a. Lebih
cepat dalam pengerjaan merekap jumlah.
b. Lebih
akurat dalam pemilihan barang (tidak salah mengartikan nama barang).
c. Lebih
tidak ribet (tidak pakai kertas)
d. Lebih
fleksible (jika ditransfer di program computer atau dicetak hasilnya)
Kemudian proses stock opname ini
bisa lebih cepat lagi, jika anda menggunakan sistem yang sudah terkomputerisasi
(semacam armadillo accounting). Anda bisa mendownload hasil stock di mesin
scanner stock anda ke dalam program computer
4. Dokumen
stock opname
Dokumen yang dimaksud pada artikel
kali ini adalah dokumen yang diperlukan saat perusahaan/entitas usaha
melaksanakan stock opname. Dokumen tersebut di antaranya adalah:
a. Kartu
barang/kartu persediaan
Dokumen ini memberikan
informasi spesifik terkait pergerakan suatu barang sejenis. Dokumen ini
diperkukan pada saat karyawan ingin melihat aktivitas suatu barang dengan mudah
karena khusus menyediakan informasi tentang suatu barang tertentu.
b. Bukti
barang masuk
Bukti barang masuk adalah
catatan yang berisi informasi tentang supplier mana barang barang berasal,
harga awal dan kategori lainnya yang
dimiliki suatu barang dan dapat digunakan untuk mencocokkan data pembukuan
dengan barang yang ada di Gudang.
c. Bukti
barang keluar
Bukti catatan barang
keluar adalah catatan yang berisi informasi tentang tanggal, jumlah, harga dan
kemana barang persediaan tersebut berpindah tangan alias dijual.
d. Bukti
keluar masuk barang
Di zaman teknologi
sekarang ini sudah banyak tersedia berbagai macam aplikasi (software) computer
untuk menunjang kemudahan dalam pencatatan, penyimpanan, dan penghitungan
transaksi akuntansi pada perusahaan.
Gambar berikut
menunjukkan dokumen yang menggambarkna dan menyajikan informasi lengkap tetang
keluar masuknya barang pada suatu periode. Dokumen ini digunakan pada saat
ingin melihat data pencatatan barang yang masuk atau keluar secara lengkap
dibandingkan dengan kedua dokumen sebelumnya.
e. Kartu
count tag
Dokumen ini merupakan
dokumen yang digunakan pada saat terjadi pelaksanaan stock opname. Kartu ini
akan menyediakan informasi tentang nama barang, tipe abrang lokasi barang dan
lokasi kosong untuk jumlah, jenis kemasan satuan, tanda tangan orang Gudang non
Gudang, dan auditor. Pada pelaksanaannya, baisanya kartu count tag ini dibuat
dua rangkap, yaitu yang asli diberikan kepada team admin dan yang copy di
tempelkan di barnag yang sudah dihitung.
5. Pentingnya
melakukan stock opname
Stock opname sangat penting
dilakukan oleh semua perusahaan. Konsep stock opname ini penting untuk
dipahami, bukan hanya bagi mereka orang Gudang atau logistic yang terlibat
secara teknis, tapi juga penting bagi mereka di level senior terutama bagi
divisi accounting untuk memastikan bahwa stock di lapangang sudah sesuai dengan
sistem.
Bagi perusahaan yang menggunakan
konsep persedian perpetual, ada kemungkinan mereka berpikir bahwa setiap mutase
stock sudah tercatat dalam setiap transaksinya. Tetapi ada beberapa kejadian
yang tidak bisa terekam dalam metode perpetual ini, antara lain:
a. Persedaian
scrap
Sisa-sisa bahan baku yang
tidak bisa digunakan lagi, tetapi ada nilainya entah itu didaur ulang atau
dijual kepada pihak lain. Jika suatu saat nanti anda menangani perusahaan
jewelry (perhiasan, khususnya emas dan perak). Anda akan tahu bahwa nilai scrap
di wilayah ini sangat material. Dari mana bisa tahu beberapa ada scrap
inventory jika tidak melakukan penghitungan fisik (ditimbang/diukur/dihitung)?
b. Persediaan
kadaluwarsa (obsolete inventory)
Khususnya di
perusahaan-perusahaan pengolahan makanan/minuman, termasuk di distributor dan
pengecer, potensi nilai persediaan barang kadaluwarsa (obsolete) sangat tinggi.
Obsolete inventory tidak bisa diketahui hanya dengan melihat data perpetual, perlu
melakukan penghitungan fisik (physical count) untuk mengetahui angka pastinya.
c. Persediaan
rusak dalam penyimpanan (damaged/broken inventory)
Khususnya barang-barang
yang bersifat tidak ‘fast-moving’ (butuh waktu lama untuk habis terjual)
kemungkinannya rusak dalam penyimpanan (apalagi yang memiliki karakter fisik
khusus: tidak tahan lembap, tidak tahan susu dingin, dan sebagainya), tergolong
tinggi. Sebagus-bagusnya Gudang penyimpanan, yang Namanya barang rusak tidak
bisa dihindari. Barang rusak dalam penyimpanan tidak terekam dalam catatan
sistem perpetual sampaiu dilakukan perhitungan fisik (stock opname).
d. Persediaan
tercuri (stolen inventory)
Persediaan tercuri tidak
bisa diketahui hanya dengan melihat kartu stock dan catatan dari sistem
perpetual. Jika ada yang berpikir bahwa potensi barang hilang di Gudang adalah
kecil, coba bayangkan persedian jewelry yang terbuat dari precious metal/stones
(emas, perak, berlian, Mutiara), fisik barangnya kecil tetapio nilainya tinggi,
sangat rentan terhadap pencurian/penggelapan. Hal-hal tersebut tentunya hanya
bsia diketahui pada saat dilakukannya stock opname. Maka dari itu, penting
untuk melakukan stock opname secara rutin baik itu bulanan, triwulan,
semesteran, maupun tahunan.
6. Tim
stock opname
Untuk menjalankan proses stock
opname dibutuhkan sebuah tim karena pasti tidak mungkin menjalankannya seorang
diri. Komposisi tim yang diperlukan, antara lain:
a. Tim
penghitung
Tim penghitung ini
minimal terdiri dari dua orang. Dua orang ini harus diisi oleh satu orang Gudang
dan satu orang accounting. Tujuannya adalah supaya orang Gudang menghitung
stock-nya dan orang accounting memastikan bahwa stock sudah sesuai antar fisik
dengan hitungan orang Gudang. Tugas tim penghitung ini lebih ke perhitungan
fisik dan menempelkan stiker pada stock yang telah dihitung. Stock yang sudah
dihitung perlu diberi tag stiker agar tidak terjadi dobel perhitungan.
b. Tim
tag/stiker
Terdiri dari beberapa
orang yang khusus menangani tag atau stiker. Dengan dikoordinasikan oleh
seorang supervisor, tim ini bertanggung jawab untuk mendistribusikan tag/stiker
yang akan digunakan dalam penghitungan fisik. Setiap tag dikeluarkan/diserahkan
kepada anggota tim penghitung, dicata pada spreadsheet. Dengan kata lain,
setiap tag yang dikeluarkan sudah dialokasikan untuk ditempelkan di rak/block
rak yang pasti. Berikutnya, tim ini bertanggung jawab untuk memastikan tag
kembali dalma jumalh yang sama seperti pada saat dikeluarkan. Saat tag masuk
kembali, mereka isi tick mark di spreadsheet. Jika sudah benar, maka tag
diserahkan ke tim input data.
c. Tim
input
Terdiri dari dua
kelompok, yaitu:
1) Kelompok
pertama, bertugas menjumlahkan quantity barang di atas tag (yang kembali dari
tim perhitungan dan tag). Di samping itu, kelompok pertama ini juga bertugas membandingkan
antar kode barang yang ada di spreadsheet dengan kode barang yang ada di atas
masing-masing tag. Setelah quantity dijumlah dengan benar, tag diserahkan ke
kelompok kedua.
2) Kelompok
kedua, terdiri dari beberapa orang data entry yang bertugas memasukan
angka-angka quantity, maka petugas data entry memasukan data secara bertahap
juga. Setiap kelompok tag yang kembali datangnya dimasukkan ked alma computer
(spreadsheet). Kelompok tag yang datanya telah dimasukkan distempel dengan
tanda “telah di-input”, tag-nya diikat menjadi satu untuk disimpan di tempat
terpisah. Setelah semua kelompok tag angkanya dimasukkan, maka data input (yang
di-spreadsheet) di-sort per kode barang, lalu di subtotal. Selanjutnya mereka
membandingkan antar data persediaan yang ada spreadsheet asli dengan
spreadsheet hasil penghitungan fisik. Jika ada perbedaan, mereka perlu memberi
tahu tim penghitung, untuk dilakukan penghitungan ulang (sebagian atau
keseluruhan).
7. Prosedur
stock opname
Tidak semua perusahaan melakukan
stock opname dengan prosedur yang sama, karena harus disesuaikan dengan keadaan
besar/kecilnya perusahaan dan jumlah persediaan barang yang dimiliki, berikut
ini adalah contoh prosedur stock opname pada perusahaan yang cukup besar.
a. Persiapan
Sebaiknya diberikan tempo
beberapa hari untuk melakukan technical meeting sebelum melakukan dengan tujuan
semua pihak yang terkait dalam melakukan stock opname bisa paham dan mengerti
sejumlah prosedur dan aturan yang berlaku bahkan mungkin peralatan yang
dibutuhkan seperti dokumen atau alat pembantu lainnya. Berikut persiapan yang
dilakukan:
1) Pemberitahuan
kepada supplier supaya tidak mengirimkan barang selama stock opname
2) Pemberitahuan
kepada customer sehingga tidak ada pergerakan barang saat berlangsung stock
opname
3) Tim
lapangan bertugas sebagai tim yang melakukan perhitungan fisik secara langsung.
Petugas harus berasal dari gabungan karyawan Gudang dan nongudang
4) Tim
admin bertugas untuk menyiapkan dan mendistribusikan kecocokan count tag dari
tim lapangan dengan melakukan data entry
5) Pembentukan
dua petugas/tim stock opname, yaitu sebagai coordinator dan tim lapangan
6) Pastikan
semua dokumen penerimaan dan pengeluatan sudah selesai di-input ke dalam sistem
sebelum dipatenkan menjadi data persediaan
7) Count
tag di buat dua rangkap dan dipisahkan untuk masing-masing tim di lapangan,
yaitu asli diserahkan ke tim admin setelah diisi dan kopiannya ditempelkan di
barang yang sudah dihitung.
b. Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan sebagai
berikut.
1) Tim
lapangan mengambil count tag
2) Tim
lapangan melakukan perhitungan fisik. Count tag ditandatangani oleh minimal 2
orang yaitu tim Gudang dan nongudang serta auditor eksternal jika ada
3) Count
tag yang selesai dilengkapi (diisi) dikembalikan ke tim admin
4) Tim
admin mengecek kelengkapan pengisian dan perhitungan count tag
5) Tim
admin melakukan data entry
6) Coordinator
stock opname melakukan follow up
7) Tim
lapangan yang lain melakukan perhitungan fisik ulang terhadap barang yang
selisih dengan membawa count tag asli
8) Hasil
perhitungan dimasukkan ke dalam sistem tim admin
9) Jika
terjadi selisih dimasukkan ke dalam sistem tim admin
c. Pencatatan
hasil stock opname
Tahapan ini meliputi
kegiatan berikut.
1) Ketika
prosedur sudah selesai dan disetujui oleh manajer/direktur yang berwenang maka
hasilnya dimasukkan (posting) ke sistem supaya catatan dan keadaan barang yang
tersedia sama jumlahnya
2) Dibuatkan
berita acara sebagai bukti stock opname telah selesai dilaksanakan yang
ditandatangani oleh bidang finance/accounting dan Gudang/inventori manager.
8. Metode
penyusunan laporan stock opname
Terdapat dua sistem atau metode yang
sering digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang memengaruhi
persediaan, yaitu sistem fisik (physical inventory system) dan sistem perpetual
(perpetual inventory system).
a. Sistem
fisik (physical inventory system)
Sistem persediaan fisik
atau periodic adalah sistem di mana harga pokok penjualan dihitung secara
periodic dengan mengandalakn semata-mata pada perhitungan fisik tanpa
menyelenggarakan catatan hari ke hari atas untuk yang terjual atau yang ada di
tangan.
Sistem fisik digunakan
untuk menentukan jumlah kuantitas persediaan barang dan dilakukan pada akhir
periode akuntasin.
Ciri-ciri sistem fisik
atau periodic adalah sebagai berikut.
1) Pemasukan
dan pengeluaran persediaan tidak dicatat dan tidak diperhitungkan dalam suatu
catatan tertentu.
2) Pembelian
barang dicatat dengan mendebit rekening pembelian bukan persediaan barang
3) Perhitungan
persediaan akhir sekaligus digunakan untuk perhitungan harga pokok penjualan
dengan menggunakan jurnal penyesuaian
Sistem ini cukup
sederhana dan mudah diterapkan, tetapi kurang baik untuk pengawasan persediaan,
karean kekurangan persediaan yang hilang tidak dapat dideteksi dan manejemen
tidak memiliki alat untuk mengetahui jumlah persedian setiap saat.
b. Sistem
perpetual (perpetual inventory system)
Sistem persediaan
perpetual adalah suatu sistem yang menyelenggarakan pencatatan terus-menerus
yang menelusuri persediaan dan harga pokok penjualan atas dasar harian.
Perkiraan persediaan didukung dalam kartu-kartu pembantu persediaan (kartu
persedian). Kartu persediaan digunakan untuk mencatat transaksi setiap jenis
persediaan, memuat nama barang, tempat penyimpana barang, dan kode barang.
Kolom-kolom yang dipakai untuk mencatat transaksi adalah tanggal, pembeliaan
(pemasukan), penjualan (pengeluaran), dan sisa atau saldo persediaan
Ciri-ciri pengelolaan
persediaan dengan sistem perpetual adalah sebagai berikut.
1) Setiap
terjadi pembelian barang dicatat dengan mendebit rekening persediaan barang.
2) Setiap
terjadi pengeluarang barang (penjualan) dicatat mengkredit persediaan sejumalh
harga pokok penjualan
3) Setiap
saat dapat diketahui jumlah kuantitas sisa atau saldo persediaan
Sistem perpetual
memudahkan dalam penyusunan neraca dan laporan perhitungan laba rugi karena
penentuan persediaan akhir tidak perlu lagi menghitung fisiknya tetapi
perhitungan fisiknya tetap dilakukan untuk tujuan pengawasan terhadap
persediaan barang.
Perbedaan pencatatan
transaksi persediaan barang pada metode fisik dan perpetual secara rinci pada
tabel berikut:
|
Transaksi |
Metode Fisik |
Metode Perpetual |
|
Pembelian |
Pembelian Utang dagang/kas |
Persediaan
barang Utang
dagang kas |
|
Pembayaran
biaya angkut pembelian |
Beban
angkut pembelian Kas |
Persedian
barang dagangan Kas |
|
Penjualan |
Kas/piutang
dagang penjualan |
Kas/piutang
dagang Penjualan (Menurut harga
jual) Harga Pokok
Penjualan Persediaan
barang dagangan (Menurut
harga pokok) |
|
|
Utang
dagang/kas Retur
pembelian & PH |
Utang dagang/kas Persediaan
barang dagangan |
|
Retur
penjualan & potongan harga |
Retur penjualan
& PH Kas/Piutang
dagang |
Retur
penjualan & PH Kas/piutang (Menurut
harga jual) Persediaan
barang dagangan HPP (Menurut
harga pokok/perolehan) |
|
Pembayaran utang
dalam periode/masa potongan |
Utang
dagang Potongan
pembelian Kas |
Utang
dagang Persediaan
barang dagang Kas |
|
Penerimaan
piutang dalam periode/masa potongan |
Kas Potongan penjualan Piutang
dagang |
Utang
dagang Persediaan
barang dagang Kas |
|
Pembayaran
biaya angkut penjualan |
Beban angkut
penjualan Kas |
Beban
angkut penjualan Kas |
|
Perhitungan
HPP |
Seperti
yang dijelaskan di atas |
HPP akan
dihitung berdasarkan kartu persediaan barang |
|
Penyesuaian
persediaan akhir |
Ikhtisar
L/R Persediaan
barang dagang Persediaan
barang dagang Ikhtisar
L/R |
Tidak perlu
penyesuaian kecuali jika terdapat koreksi yang perlu disesuaikan |
Berikut ini
adalah ilustrasi jurnal untuk system perpetual dan system periodic, namun belum
mencakup seluruh transaksi berkaitan dengan persediaan, seperti pembayaran
ongkos angkut, penerimaan dan pemberian diskon.
|
Transaksi |
Sistem Dapodik |
Sistem Perpetual |
||||||
|
1 |
Membeli
barang dagangan secara kredit 10.000 |
Pembelian Utang |
10.000 |
10.000 |
Pers.
Barang dagang Utang |
10.000 |
10.000 |
|
|
2 |
Retur
pembelian |
Utang Retur
Pembelian |
500 |
500 |
Utang Pers.
Barang dagang |
500 |
500 |
|
|
3 |
Terdapat barang
yang dijual. Harga jual 4.000 dan HP bang 1.500 |
Piutang/kas Penjualan |
4.000 |
4.000 |
Piutang/kas Penjualan |
4.000 |
4.000 |
|
|
4 |
Pada akhir
tahun |
Mutlak harus dilakukan inventarisasi fisik karena
tanpa adanya inventarisasi fisik barang, tidak dapat diketahui persediaan
yang ada |
Tanpa
inventarisasi sudah dapat diketahui persediaan, namun inventarisasi perlu
dilakukan |
|||||
|
Misalkan
menurut perhitungan fisik pada akhir tahun saldo persediaan 200 dan pada awal
tahun 150 |
Ikhtisar L/R
Pers. Barang
dagangan Ikhtisar
L/R |
150 200 |
150 200 |
Jika
hasil inventarisasi fisik tidak sama dengan saldo rekeniing persediaan,
perusahaan perlu membuat jurnal, jika sama tidak perlu membuat jurnal |
||||
Komentar
Posting Komentar