PENERAPAN SOP PENATAAN PRODUK DRINK, FOOD, FRESH DAN KOSMETIK
Penerapan SOP Pentaan Produk Drink, Food, Fresh, dan Kosmetik
1. Penerapan
SOP penataan produk fashion dan kosmetik
Produk fashion adalah
sebuah produk yang mempunyai ciri-ciri khusus yang tepat dan mewakli style yang
sedang tren dalam suatu kurun waktu tertentu. Fashion merupakan tanda dari
suatu periode waktu, sering kali fashion menggambarkan kebudayaan, perasaan,
pemikiran, dan gaya gidup orang orang dalam satu kurun waktu.
a.
Karakteristik
produk Fashion
Sebuah produk di
katakana “fashionable” jika produk-produk tersebut memiliki karakteristik
sebagai berikut
1)
Konsumen
bersedia untuk meluangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk memperoleh produk
ini
2)
Merupakan
produk yang dapat mempertinggi image realer dan traffic konsumen.
3)
Merupakan
produk berbeda dengan produk sejenis (dalan hal style) yang dikeluarkan oleh
competitor
b.
Kriteria
barang fashion: Barang fashion kriterianya ada yang disebut barang putus(barang
yang dibeli dengan system putus, artinya segala sesuatu setelah barang tersebut
di beli menjadi risiko pembeli) dan barang konsinyasi ( barang milik supplier
yang dititipkan )
c.
Lingkup
produk fashion. Pengelompakan produk fashion secara garis besar, ada pakaian
wanita dan ada pula pakaian pria.
d.
Jenis-jenis
produk fashion
Secara rincinya
jenis-jenis produk fashion, meliputi:
1)
Pakaian
Wanita
2)
Pakaian
pria
3)
Pakaian
anak laki-laki
4)
Pakaian
anak perempuan
5)
Pakaian
bati
6)
Perlengkapan
bayi
7)
Perlengkapan
bayi kecil
8)
Perlengkapan
makan
9)
Perlengkapan
mainan bayi
10) Aksesori
11) Tas wanita dan tas pria
12) Sepatu dewasa pria, sepatu
anak-anak perempuan
13) Sepatu anak laki-laki
14) Kosmetik
e.
Ukuran-ukuran
produk fashion
f.
Kriteria
pemilihan fashion dapat dipilih melalui pemilihan warna, tekstur, dan style.
Dalam warna terdapat sifat warna, yaitu kesamaan yang di timbulkan oleh warna
tersebut, sifat warna, meliputi wam colour, cool colours, dan neutrals. Style
atau gaya adalah karakter atau ciri-ciri khusus yang membedakan satu produk
fashion dengan produk yang lainnya dan memengaruhi opini konsumen tentang suatu
gaya yang sedang popular. Selain itu, kriteria dan elemen pemilihan produk
fashion adalah pemilihan praktis produk/fashion, pengepasan dan kamar pas,
kepantasan (appropriateness), merek (branded), ketahanan dan perawatan bahan
atau kain, dan kerapian.
g.
Jenis-jenis
kain. Semua jenis kain dibuat dari serat kain yang dibedakan atas serat ala,
dan serat buatan.
h.
Sifat-sifat
serat kain dipengaruhi oleh struktur fisika dan kimianya yang meliputi:
kekuatan, mulur, dan elastisitas, daya serap, keliatan, kekuatan, dan ketahanan
kimia
i.
Pemeliharaan
pakaian jadi. Pakaian jadi merupakan produk tekstik yang dalam hal pemeliharaannya
mengenai beberapa istilah, symbol atau gabungan antara keduanya ( istilah dan
symbol). Ada beberapa istilah, symbol atau gabungan antara keduanya( istilah
dan symbol. Ada beberapa system label pemeliharaan pakaian jadi yang banyak di
gunakan, sebagai berikut.
1)
Lebel
pemeliharaan sistem amerika
2)
Lebel
pemeliharaan sistem kanada
3)
Lebel
pemeliharaan sistem eropa
4)
Lebel
pemeliharaan sistem inggris
5)
Lebel
pemeliharaan sistem Indonesia
6)
Lebel
pemeliharaan sistem jepang
j.
SOP
(standard Operating Procedure) penataan produk fashion.
SOP dalam penataaan
produk fashion untuk visual merchandising terdisi atas beberapa langkah sebagai
berikut.
1)
Prinsip
penataan barang fashion meliputi penataan barang baru. Penataan barang yang
tidak lengkap, wagon display, penggunaan fixture kombinasi antara rak-rak
T-stand, penggunaan bracket dan hook khusus di pilar apabila stok barang sedan
dalam keadaan menurun atau sedikit, pemajangan sepatu dan sendal pria wanita,
pemajangan sepatu anak, pemajangan sepatu bayi, pemajangan tas, pemajangan ikat
pinggang, dan pemajangan aksesori.
2)
Labelling.
Langkah pertama dalam melakukan visual merchandising dengan pen-display-an
barang fashion adalah pelabelan. Setiap barang yang datang ke gudang, baik dari
DC maupun dari supplier (pemasok) harus melalu proses pelebelan (menempelkan
lebel pada harga tag)
3)
Display.
Langkah kedua dalam visual merchandising penataan barang fashion adalah
pendisplay-an. Langkah-langkah pendisplay-an produk fashion di antaranya adalah
penentuan kriteria, Teknik pemajangan, dan penggunaan lemari kaca atau
showcase.
4)
Visual
presentation dan medianya. Penggunaan visual presentation harus tepat dan benar
di antaranya sarana-sarana tersebut sebagai berikut:
a)
Show
window atau window display
b)
Center
point
c)
Stage
display
d)
Vocal
point
e)
Wall
display
5)
Alat
bantu display fashion. Alat bantu display produk fashion adalah fixture,
T-stand, gawang, hanger, dress making, swastika, showcase, hambalan, wagon,
table presentation, manaquine, torso, plat form, water fall, back wall, fitting
room, bracket, dan single hook.
F.
SOP
( Standard Operating Procedure) penataan produk food, drink, dan fresh
Standard Operating
Procedure (SOP) penataan produk food, drink, dan fresh hamper sama dengan
penataan supermarket dan penataan produk fashion. Perbedaannya hanya dalam alat
atau tempat pemajangan produk.
Tempat yang digunakan
untuk penataan produk food, drink, dan fresh biasanya dibuat suatu ruangan
seperti dapur umum yang letaknya agak jauh dari keramaian. SOP dalam penataan
produk food, drink , dan fresh untuk visual merchandising terdiri atas beberapa
langkah, sebagai berikut:
1.
Prinsip
penataan barang food, drink, dan fresh, meliputi penataan barang baru dan
penataan barang yang tidak lengkap.
2.
Labelling.
Langkah pertama dalam melakuakn visual merchandising dengan pen-display-an
barang food, drink, dan fresh adalah pelebelan. Setiap barang yang dating ke
Gudang. Baik dari DC maupun dari supplier (pemasok) harus melalui proses
pelebelan (menempelkan label pada harga tag).
3.
Display.
Langkah kedua dalam visual merchandising penataan barang food, drink, dan fresh
adalah pen-display-an. Langkah-langkah pen-display-an prduk food, drink dan
fresh di antaranya adalah penentuan kriteria, Teknik pemajangan, dan penggunaan
lemari kaca atau showcase.
4.
Visual
presentation dan medianya. Penggunaan visual presentation harus tepat dan
benar.
5.
Alat
bantu display food, drink, dan fresh. Peralatan dan perlengkapan displat
depertemen food, drink, dan fresh yang diperlukan adalah sebagai berikut:
a.
Peralatan
dan perlengkapan display sayuran, meliputi showcase, nampan, pisau, talenan,
mesing wrapping, cool room, tali, label, dan POP
b.
Perlatan
dan perlengkapan display buah-buahaan, meliputi showcase, bins, cool room,
label.
c.
Peralatan
dan perlengkapan display daging, meliputi showcase, frozen island, nampan, es
serut, mangkuk, potongan jeruk nipis, plastic wrapping, POP, label, dan nampang
d.
Peralatan
dan perlengkapan display diary, meliputi frozen island, showcase, rak, tag
harga, platik wrapping, chiller, lampu, dan lebel
e.
Peralatan
dan perlengkapan produk makanan dan minuman adalah rak, gomdola, POP, label

Komentar
Posting Komentar